Cita-cita

Cita-cita adalah keinginan, harapan, dan tujuan yang ingin diwujudkan di masa yang akan datang. Apabila cita-cita tersebut tidak mungkin atau belum mungkin terpenuhi, maka cita-cita tadi barulah disebut angan-angan.

Di waktu kecil, sekitar usia 5 tahun saya sudah mulai berangan-angan untuk mencapai sesuatu. Waktu itu saya ingin sekali menjadi pelukis. Di setiap lembaran kertas kosong yang saya temukan, pasti saya akan mencoret-coretnya, mencoba untuk melukiskan sesuatu yang ada di pikiran saya. Dari situ saya mulai berpikir untuk menjadi seorang pelukis.

Namun, setelah beranjak remaja, sekitar usia 10 tahun, pikiran saya mulai banyak dipengaruhi oleh lingkungan. Salah satu hal yang dipengaruhi adalah cita-cita. Dari pendapat orang tua serta teman-teman, saya mulai berpikir bahwa menjadi pelukis adalah suatu angan-angan yang konyol. Pada saat yang bersamaan saya mulai berkenalan lebih dekat dengan ilmu-ilmu pasti, seperti matematika dan IPA. Hobi saya menggambar mulai saya tinggalkan karena saya mulai asyik mendalami kedua mata pelajaran tersebut.

Pada saat remaja, mulai dari kelas 1 SMP sampai di awal kelas 3 SMA, saya memiliki pendirian yang kuat akan cita-cita untuk menjadi seorang insinyur, karena kesukaan saya terhadap bidang matematika dan IPA. Pendirian ini terus saya pertahankan, dan saya berusaha untuk mendapatkan nilai yang bagus pada mata pelajaran IPA. Pada saat lulus SMP saya berhasil memperoleh nilai UAN IPA tertinggi. Sedangkan saat SMA saya masuk ke jurusan IPA setelah melalui tes IQ. Pada saat lulus SMA, nilai UAN Matematika saya terlihat begitu menonjol dan jauh melebihi nilai-nilai mata pelajaran lain yang hanya biasa-biasa saja.

Namun, setelah lulus SMA dan mulai menatap untuk masuk ke perguruan tinggi, nostalgia akan angan-angan di masa kecil saya kembali muncul. Pikiran saya begitu cepat berubah, sehingga saat mengikuti Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB), saya mengambil jurusan Arsitektur. Pilihan ini saya ambil bukan karena pemikiran yang panjang, namun lebih karena angan-angan di masa lalu dan saya berpikir bahwa arsitektur merupakan kombinasi unik antara ilmu teknik dengan cita rasa seni.

Dan setelah hasil tes diumumkan, saya pun diterima di jurusan arsitektur. Di saat bersamaan saya juga diterima di dua sekolah tinggi ikatan dinas milik pemerintah, namun keduanya saya tolak. Saya akhirnya masuk ke jurusan arsitektur dengan segudang harapan untuk mencapai cita-cita. Tapi, setelah 2 tahun kuliah, saya mulai merasa tidak nyaman dan merasa bahwa ini bukanlah yang saya cari. Arsitektur ternyata bukanlah kombinasi seimbang antara teknik dan seni, namun lebih menonjolkan nilai seni yang sarat akan absurditas yang sulit untuk saya pahami. Mungkin hal ini disebabkan sebelumnya saya sudah berpisah terlalu lama dengan seni, dan justru lebih banyak ditempa dalam bidang eksak, sehingga intuisi seorang seniman saya mulai luntur, digantikan oleh pikiran-pikiran logis dan rasional.

Setelah 2 tahun kuliah, saya memutuskan untuk mengundurkan diri. Keputusan ini dipertanyakan oleh banyak orang. Dosen saya di arsitektur sampai menelepon berkali-kali ke ponsel saya, tapi sama sekali tidak saya angkat. Saya merasa keputusan ini sudah bulat dan tidak dapat diganggu gugat. Orang tua saya juga dapat mengerti dan menerima keputusan saya.

Akhirnya saat ini saya memilih masuk ke jurusan teknik informatika. Ini adalah pilihan terbaik dan sudah saya pikirkan betul-betul. Dan setelah saya masuk ke jurusan ini, saya merasa sangat cocok, klop, dan benar-benar sesuai dengan apa yang saya cari. Dari sini saya mulai bermimpi dan bercita-cita untuk menjadi profesional Teknologi Informasi yang sukses di masa yang akan datang. Dan saya akan terus berusaha untuk mencapai cita-cita tersebut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: